DAMPAK DARI BROKEN HOME


DAMPAK DARI BROKEN HOME
A.    Hasil wawancara
Nama : lala
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 20 Tahun
Pendidikan : kuliah
Hari/tanggal wawancara : rabu  april 2020
Tempat wawancara : Rumah lala
B.     Permasalahan
Seorang anak yang mengalami broken home sejak di bangku SD, namun saat itu ayah ibu dan ayahnya masih mempertahankan rumah tangganya. Ayahnya tidak bekerja sedangkan ibunya bekerja sebagai penyanyi dangdut. Pertengkaran awalnya karena ayahnya yang terpengaruh teman – temanya dan di ajak meminum minuman keras. Sehingga tidak sadarkan diri dan marah – marah ke istrinya yang saat itu baru selesai ada job acara dangdut.
            Setelah permasalahan awal terselesaikan, permasalahan kedua hadir karena kesalah fahaman antara keduanya.  Permasalahan itu mengakibatkan sang anak trauma dan memiliki sifat buruk yang muncul akibat hal itu. Dia  melihat ayahnya yang sering kasar kepada ibunya sang anak menjadi memiliki sifat kasar dan keras kepala

Wawancara
Ø  Wawancara tersetruktur

1.      Apakah kamu  tahu orang tua kalian broken home? Jawab: Tahu mbak, bapak dan ibu saya broken home pada waktu saya kelas 5 SD.

2.      Bagaimana sikap kamu menanggapi kondisi demikian? Jawab: sabar mbak tapi jika di ingat kembali itu sangat menyakitkan.

3.      Ada atau tidak pengaruh ketika sebelum dan sesudah broken home terhadap diri anda? Jawab: ada mbak, mungkin pengaruhnya di kondisi ku, setelah kejadian itu aku merasa takut saat melihat orang yang kasar kepada wanita dan sampai memukul.

4.      Anda ikut ayah atau ibu? Alasannya apa? Jawab: aku ikut ibu mbak, karena dari kecil saya ikut ibu dan saya takut ibu ku disakiti oleh ayah lagi sehingga aku memutuskan untuk menjaga ibu.

5.      Bagaimana pola asuh ayah dan ibu setelah broken home? Jawab: ibu ngasuh saya itu keras mbak, kadang saya sebel ma ibu apa-apa tidak boleh, tapi ibu juga sangat menyayangi saya dan selalu memeberitau apa yang terbaik buat saya.  Tapi kalau ayah gak pernah ngasuh saya mbak, jarang ketemu juga. Saya bertemu dengan ayah saat ayah menyuru saya untuk mengambil uang sekolah saja.
6.      Apakah pola asuh ayah dan ibu masih tetap seperti dulu atau ada perubahan? Kalau ada seperti apa? Jawab: Menurut saya masih seperti dulu mbak, ibu merawat dan mengasuh saya sendiri. Ibu mengasuh saya keras mbak tujuannya biar saya bisa menjadi anak yang baik, tapi kalau ayah setelah perceraian itu ayah juga sayang ke saya dan ayah bertanggung jawab dengan kehidupan saya.
7.      Ayah dan ibu masih terus mengawasi perkembangan kepribadian anda atau tidak? Jawab: Kalau ayah sudah tidak mengawasi saya soalnya sekarang ayah sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Kalau ibu terus mengawasi mbak, mulai dari sifat, prestasi, pergaulan, dan lain-lainnya mbak.
8.      Ayah dan ibu masih bertanggungjawab atas segala kebutuhan anda atau tidak? Jawab: Masih mbak sebelum ayah meninggal ayah mewariskan rumah kepada saya dan beberapa tabungan untuk sekolah saya. Dan ibu juga masi bertanggung jawab karena saya tinggal dengan ibu sehingga kebutuhan saya ditanggng ibu.
9.      Dampak dari orang tua broken home terhadap diri anda ada atau tidak? Jawab: Banyak sekali mbak, saya tidak bisa seperti temen saya yang keluarganya masih utuh, pasti temen saya mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang utuh dari ayah dan ibunya, mereka ingin punya apa saja pasti dituruti, sedangkan saya kalau pengen barang kayak temen saya harus ngumpulin uang saku saya dulu mbak, kadang rasa iri itu muncul dari saya sendiri mbak. Ditambah lagi sekarang ayah sudah tidak ada jadi kangen ingin bertemu itu pasti dan terkadang saya menangis kenapa hal tersebut bisa terjadi kepada saya.
10.   Bagaimana anda menyikapi dari kondisi keluarga broken home? Jawab: Saya harus mengerti aja mbak dengan kondisi keluarga saya yang seperti ini dan saya juga sudah memaafkan apa yang sudah terjadi pada waktu itu, saya berusaha menyikapi dengan dewasa dan belajar dari kejadian itu.
Ø  Wawancara tidak tersetruktur
1.      Ingatan apa yang membuat kamu sakit atau menyakitkan buat kamu? Jawaban : saat melihat ayah saya memukul ibu sampai memar pipinya dan tanggannya lebam semua. Terus waktu melihat ibu menjerit kesakitan akibat pukulan ayah. Jadi saat mengingat itu rasanya menyakitkan
2.      Saat ayah kamu berpisah dengan ibu bagaimana perasaan kamu? Jawab: sedih mbak, tapi mau gimana lagi ini jalan terbaik buat mereka. Karena semisal di pertahankan juga kasihan ibuk tersiksa.
3.      Saat kamu tau ayah meninggal bagaimana perasaanmu? Lalu bagaimana dengan ibu saat melihat ayahmu meninggal? Jawab: sangat sedih sangat kehilangan dan tidak percaya ayah harus secepat ini meninggalkan saya. Perasaan ibu juga sama mbak dengan saya. Tapi saat itu sebelum ayah meninggal, ayah sempat sakit parah dan disitu saya dan ibu yang merawat ayah, saya dan ibu juga menjaga ayah dirumah sakit sampai akhirnya ayah meninggal saya dan ibu disamping ayah. Meskipun sudah bercerai tapi ibu masih menyayangi ayah dan menjaga ayah di kalah itu.
4.      Apa yang menyebabkan ibu anada keras dalam mendidik kamu? Jawab: karena sifat saya yang sedikit kasar terhadap orang apalagi laki-laki yang tidak bisa sopan atau main tanggan ke perempuan. Dan saya piker karena saya juga keras kepala serta boros. Mungkin akibat saya anak satu –satunya atau tunggal itu yang membuat saya boros dan mudah meminta apapun tanpa peduli orangtua saya punya uang atau tidak.


C.     Hasil observasi
1.      Dia tinggal dengan ibunya di rumah yang diwariskan oleh ayahnya yang rumah itu di buat untuk usaha dia.
2.      Rumah yang dia tempati dijadikanya usaha makeup dan wedding.
3.      Saat di wawancara dia awalnya biasa saja namun setelah menjurus ke ayahnya dia mulai menundukan kepala dan tidak kuat menahan air mata saat menceritakan ayahnya
4.      Nada bicaranya kadang kasar dan membentak  dan sedikit tegas saat menyatakan bahwa dia menerima kenyataan ini.
5.      Saat diwawancara dia duduk berhadapan dengan saya dengan tegak, namun setelah beberapa saat dia mulai sering menatap kebawah dan badannya condong kedepan.
6.      Dia juga sering membenarkan kerudungnya berulang kali
7.      Saat bercerita dia juga terkadang terbatah-batah dalam menceritakannya karena dia menahan airmatanya


D.    Contoh kuesioner
ANGKET
Petunjuk Soal
1.       Jawaban yang anda berikan bersifat rahasia sehingga tidak perlu mencantumkan nama dan nomor absen. Hanya cantumkan umur dan kelas saja.
2.       Berilah tanda checklist (√) pada pilihan yang sesuai dengan anda; Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

Umur/Jenis Kelamin          :....................../..........................
Kelas                                 :................................................

A.    Pernyataan-Pernyataan
1.      BROKEN HOME

No
Pernyataan
SS
S
R
TS
STS
1
Saya memiliki keluarga yang tidak harmonis





2
Saya sering meihat orangtua saya bertengkar





3
Saya sering sedih





4
Saya tidak perna pulang kerumah





5
Saya sangat marah melihat ayah yang memukul ibu hingga lebam





6
Saya melukai tubuh saya saat melihat orangtua saya bertengkar





7
Saya menghabiskan uang





8
Saya sering emosi dan berkelahi






9
Saya mencoba memahami situasi orangtua saya





10
Saya selalu iri dengan keluarga teman saya





11
Saya melarang ayah untuk menyakiti ibu





12
Saya merusak dir ( sabu – sabu, ganja, main malam)






13
Saya tidak menyakiti teman dan orang lain





14
Semua teman saya baik-baik dan saya senang berteman
dengan mereka





15
Saya suka perdamaian dan menjaga pertemanan dengan
sekolah lain





16
Saya tidak meminta sesuatu kepada teman (secara paksa)





17
Saya mengambil barang yang bukan milik saya





18
Saya mencoba ganja, pil ekstasi, heroin dan lain-lain





19
Saya mabuk dengan teman-teman (minuman keras, ciu,
oplosan)





20
Saya memukul orang tua





21
Saya menjauhkan diri dari makanan dan minuman haram





22
Saya tidak merokok





23
Saya menjaga jarak dengan lawan jenis (bukan muhrim)





24
Saya hormat kepada orang tua








Komentar

Postingan populer dari blog ini

STUDY AL-QUR'AN